Penyebab Gagalnya Pembelajaran Online ( Nasib PTS di Pengaruhi oleh Covid-19 )

... by Victoria in Design 2 months ago 25

Oleh :
M Budi Djatmiko, Ketua Umum APTISI, Ketua Umum HPTSKes Indonesia, Ketua Pembina APPERTI,
Ketua Umum GERAAAK Indonesia, Pembina APTIKOM, Ketua Pembina PT HUKUM, Ketua Pembina PT
Teknik dan Sain.

tegasnews.com – MAKASSAR. Dampak COVID 19 pada PTS
Ada rencana Kemdikbud Nadiem akan memperpanjang belajar dirumah hingga akhir tahun
2020, hal ini dikarenakan wabah pandemi Covid 19 belum terlihat tanda-tanda penurunan
penyebaran yang signifikan. Walapun secara aturan hukum tidak diperbolehkan belajar
dengan sistem daring (online) tanpa ijin pemerintah, tapi Nadiem membolehkannya dan
malah memerintahkannya, karena ini adalah alternatif yang paling rasional, walapun
melanggar hukum.

Sama halnya dalam krisis keuangan di Indonesia Gojek dan sejenisnya itu melanggar
perundangan sistem lalulintas di Indonesia, bahwa mobil membawa penumpang harus plat
kuning, tetapi Gojek, Grap dll., tetap jalan, karena justru membantu masyarakat yang
kesulitan ekonomi. Dan pemerintah dalam hal ini polisi tidak berani menangkap dan
memperkarakan Nadiem bersama Gojek-nya.

Jika memang bertujuan mebantu sivitas akademika seluruh pendidikan di Indonesia,
mestinya Mentri Nadiem meminta pada Presiden untuk memberikan banyak beasiswa pada
Perguruan Tinggi Swasta, karena SD, SMP dan SMA sudah ada BOS dan sudah ditanggung
oleh pemerintah daerah dan pusat.
Dan demi terciptanya kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan
kebutuhan masing-masing perguruan tinggi, maka kita harus tahu peta jalan (road map)
perguruan tinggi di Indonesia, diperkirakan perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki
mahasiswa diatas 10.000 mahasiswa tidak lebih dari 300 perguruan tinggi atau dibawah 5%
total PTS yang jumlahnya lebih dari 4.520 PTS. 5 % PTS yang memiliki mahasiswa dibawah
10.000 dan diatas 5000 mahasiswa, 10% jumlah PTS yang jumlah mahasiswanya dibawah
5000 dan diatas 1000 mahasiswa dan Sisanya 70% lebih mahasiswanya dibawah 1000
(seribu).

Dalam pandemi COVID 19 yang paling terkena dampak adalah PTS yang memiliki
mahasiswa dibawah 1000 yang berjumlah 80% dari total PTS (sekitar 3.164 PTS), Maka
semestinya Kemendikbud memberikan perhatian kepada kelompok PTS yang mahasiswanya
dibawah 1000, yang diarahkan untuk terciptanya kultur belajar yang inovatif, tidak
mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan PTS terbanyak di negeri ini. Bukan memotret 10
PTN terbaik Indonesia saja misalnya, pasti tidak bisa menyelesaikan permasalahan
sesungguhnya pendidikan tinggi kita.
Dari hasil rapat daring nasional APTISI pada tanggal 22 April 2020, disimpulkan bahwa
dampak Corona pada PTS yang memiliki mahasiswa dibawah 1000, sangat signifikan ratarata mahasiswanya hanya mampu membayar 50% dari total uang yang masuk. Jika semester
depan berlanjut dapat dipastikan 2/3 PTS Indonesia akan terkena imbas besar tidak bisa
membayar dosen dan karyawanya, bahkan tidak bisa membayar listrik, telphon dan lainnya.
Belajar di Rumah SajaPT Indonesia ada 4670, namun belum ada 10% yang menggunakan konten dengan layak.
Karena pemerintah kita lambat membuat aturan, dulu hanya yg memiliki akreditasi institusi
A yangg boleh mengunakan daring atau PJJ dan baru th 2017 kemenristek dikti memberikan
kebebasan menggunakan daring sebanyak 50% pertemuan dengan daring tanpa dibatasi
akreditasi. Di negara-negara maju lainnya penggunaan daring tidak dibatasi dengan nilai
akreditasi. Hanya UT saja dari berdiri sampai sekarang dengan hanya modul seadanya,
dengan sedikit tutorial dan sekarang dengan daring, memiliki mahasiswa terbanyak di
Indonesia mencapai 1 juta mahasiswa.
Jadi wajar saat presiden dan kemendikbud menghimbau pembelajaran dengan daring atau pjj
hampir semua entitas pendidikan agak terkejut karena belum pada siap. Karena hampir setiap
PT belum mengarah ke pembelajaran online karena persyaratan pendiriannya terlalu
berlebihan oleh dikti dan tidak membumi. Sehingga dengan wabah Covid 19 dapat dipastikan
kementrian pendidikan nasional dan kemetrian ristekdikti pada masa kemarin gagal total, dari
sisi pembelajaran online. Karena membuat perakap dengan persyaratan yang tidak masuk
akal. Sehingga dapat dipastikan sistem daring pemebelajaran secara nasional dalam
mengahadapi Covid 19 adalah persiapan seadanya dengan nilai hanya dibawah 5, dengan
kata lain kemendikbud kena rapot merah.
Penyebab Tidak siap Daring.
Ada enam penyebabnya kenapa pembelajaran daring di Indonesia gagal total yaitu:

  1. Secara aturan yang boleh membuka pendidikan daring hanya perguruan tinggi terakreditasi
    A, untuk PT dan untuk pendidikan dasar menengah belum ada aturan; 2. Banyak yg belum
    memiliki sistem daring atau sistem IT PJJ dalam satuan pendidikan ; 3. Mahalnya pembuatan
    konten pemeblajaran online; 4. Belum siap bahan ajar yang dibuat oleh para dosen dan guru,
    dal belum tahu cara membuatnya; 5. Jaringan yang tidak suport disetiap daerah; 5. Mahalnya
    biaya kuota internet/pulsa bagi sekolah/PT/dosen/guru dan siswa/mahasiswa yang
    mengunakan kuliah atau pembelajaran daring. 6. Tidak setiap siswa/ mahasiswa memili
    perangkat pembelajaran online, khususnya dari kalangan siswa/mahasiswa tidak mampu.
    Mestinya saat sekarang adalah kesempatan pemerintah memberikan goodwill, melalui
    membebaskan biaya untuk internet melalui PT Telkom dan membuat jaringan sampai
    pelosok tanah air, dengan biaya murah. Dan pemerintah juga harus membebaskan pajak bagi
    pendidikan dasar menengah swasta dan PTS terutama PTS kecil dan memberikan bantuan
    pada mahasiswa dalam bentuk beasiswa covid 19.
    Sehingga tentu dapat dipastikan pembelajaran online belum efektiv sebagaimana dengan
    metode klasik, tapi kedepan harus lebih efektiv dan kemendikbud harus mendukung penuh
    pembelajaran daring, dan tidak perlu diatur rigid, wong tidak membantu PTS ko.
    Himbauan bagi PTS
    APTISI menghimbau kepada semua pimpinan PTS seluruh Indonesia segera memberikan
    warning kepada semua civitas akademik untuk bisa menyesuaikan kondisi lingkungan,
    merschedule jadwal wisuda dan mematuhi anjuran pemerintah pusat dan pemerintah daerah
    masing-masing, dan jika memungkinkan sementara waktu menghindari pertemuan masal.
    Jika mungkin lakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan seluruh PTS di Indonesia civitas
    akademiknya mampu mengedukasi pada lingkungannya terhadap bahaya virus corono dan
    cara pencegahan atau menghindarinya.
    APTISI juga menghimbau pada semua pimpinan PTS dan yayasan pembinanya untuk
    sementara bisa memberikan ijin ujian bagi para mahasiswa yang belum dapat membayar uang
    kuliah disemester berjalan, agar mereka bisa mengikuti ujian akhir semester tahu ini.Kesimpulan
    Bagaimana bangsa Indonesia bersatu dan masyarakat dunia dapat bersama-sama
    menghilangkan pandemi corona 19. Kita menyadari tidak setiap negara siap menghadapi
    wabah corona ini, dan kita juga tahu kondisi negara kita banyak hutang dan tidak mungkin
    pemerintah melakukan tindakan Lockdown, pada semua aktifitas masyarakat. Maka APTISI
    meghimba pada Presiden Joko Widodo agar menginstruksikan semua mentrinya untuk fokus
    pada kegiatan penangulangan Covid 19, dan tetap juga memberikan pelayanan yang baik
    pada masyarakat. Terutama arahkan APBN tahun 2020 untuk direvisi pada penangulangan
    COVID 19. Hentiakan anggaran pada pemindahan ibu kota, fokus arahkan pengeluaran
    anggran pada bantuan sosial masyarakat.
    Bangasa Indonesia tidak oleh mundur dari ilmu pengetahuan, semua aktivitas pendidikan di
    Indonesia harus berjalan, walapun secara kasad mata pembelajaran Daring kita gagal, tetap
    upayakan semaksimal mungin walaupun dengan cara memberikan tugas pada anak didik kita,
    dan orang tua bersama-sama bahu membahu membantu pendampingan pada anak kita dalam
    pembelajran online ini atau dengan cara guru/dosen mewajibkan membaca buku ajar pada
    anak didik kita, seperti Universitas Terbuka.
    Dan pada semua masyarakat Indonesia mari kita bahu-membahu membantu sesama dan
    pemerintah untuk mencegah pandemi ini dengan tetap memohon pada Allah SWT, Tuhan
    YME, yang sedang menguji masyarakat dunia. Dan Allah sedang memperlihatkan
    kekuasaannya tehadap rencana dan makar orang-orang jahil. Doa kita semua tidak boleh
    putus di saat bulan suci Ramadhan ini.
    Semoga bangsa Indonesia lulus dari ujian yang sulit ini, dan Allah SWT. memberikan jalan
    keluar yang baik pada bangsa negara, masyarakat dan pemerintah dalam memutuskan setiap
    langkah penyelesaian Covid 19, di bulan Ramadhan yang mulia ini di tahun 2020. Salam.

Pewarta : Humas UIT Beddu Lagi

Kembali

Universitas IndonesiaTimur

Social Links