Kembali ke Indeks Berita
penelitian

LPPM UIT Gelar Monev Internal di Fakultas Farmasi, Petakan Kepakaran Dosen dan Perkuat Integrasi Tridarma.

Tim Redaksi UIT
LPPM UIT Gelar Monev Internal di Fakultas Farmasi, Petakan Kepakaran Dosen dan Perkuat Integrasi Tridarma.
Bagikan artikel ini:

Makassar, 6 Oktober 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Indonesia Timur (UIT) melanjutkan rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun Akademik 2026/2027 bersama Fakultas Farmasi UIT, Senin (6/10/2026).

Berbeda dengan sesi sebelumnya, Monev di Fakultas Farmasi memberikan perhatian pada pemetaan kepakaran dosen serta keterhubungan antara kepakaran, penelitian, PKM, dan pembelajaran. Pemetaan tersebut menjadi penting agar aktivitas tridarma dosen tidak berjalan secara terpisah, tetapi memiliki arah pengembangan keilmuan yang saling mendukung.

Kegiatan dihadiri Dekan Fakultas Farmasi UIT, Dr. apt. Ajeng Kurniati Roddu, S.Si., M.Kes.; Ketua Program Studi Farmasi, Apt. Suherman B, S.Farm., M.Kes.; Kepala Bidang Penelitian, Publikasi dan Sentra HKI LPPM UIT, Dr. Andi Atrianingsi, S.I.Kom., S.IP., M.Si.; Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UIT, Dewi Isnaeni, S.Si., M.Kes.; serta dosen di lingkungan Fakultas Farmasi UIT.

Dekan Fakultas Farmasi UIT, Dr. apt. Ajeng Kurniati Roddu, S.Si., M.Kes., menyampaikan bahwa pemetaan kepakaran menjadi bagian penting dalam pengembangan akademik fakultas. Melalui Monev, dosen dapat melihat kembali kesesuaian antara bidang keahlian yang dimiliki dengan penelitian dan PKM yang telah maupun yang akan dikembangkan.

Pemetaan tersebut juga diharapkan membantu fakultas dan program studi dalam melihat potensi keilmuan dosen secara lebih terstruktur, sekaligus menjadi dasar dalam membangun penelitian yang berkelanjutan dan mendukung pengembangan bidang ilmu farmasi.

Ketua LPPM UIT, Dr. Nismawati, S.Si., M.Kes., menekankan bahwa kepakaran dosen seharusnya menjadi titik awal dalam membangun rekam jejak tridarma. Kepakaran yang jelas kemudian diterjemahkan ke dalam roadmap penelitian, dikembangkan melalui penelitian secara berkesinambungan, menghasilkan luaran, dan dapat diterapkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Karena itu, dalam Monev Fakultas Farmasi, dosen didorong untuk melihat kembali apakah tema penelitian yang telah dilakukan memiliki kesinambungan dengan kepakaran masing-masing, sekaligus memastikan rencana penelitian berikutnya memiliki arah pengembangan yang semakin jelas.

Aspek lain yang menjadi perhatian utama adalah sinkronisasi penelitian dan PKM dengan pembelajaran. Hasil penelitian dosen tidak diharapkan berhenti pada laporan atau publikasi, tetapi perlu dibawa kembali ke ruang pembelajaran sehingga mahasiswa memperoleh pengetahuan yang berkembang dari aktivitas riset dosennya.

Hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai referensi dan bahan ajar, studi kasus, materi diskusi, maupun pengayaan materi perkuliahan. Demikian pula pengalaman dan hasil PKM dapat menjadi sumber pembelajaran kontekstual karena memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai penerapan ilmu farmasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Dengan pola tersebut, penelitian, PKM, dan pembelajaran tidak lagi dipandang sebagai tiga kegiatan yang berjalan sendiri-sendiri. Penelitian menghasilkan pengetahuan dan temuan, PKM menjadi ruang penerapan keilmuan kepada masyarakat, sedangkan pembelajaran menjadi ruang untuk mentransfer dan mengembangkan kembali pengetahuan serta pengalaman tersebut bersama mahasiswa.

Pelaksanaan Monev dipandu oleh Kepala Bidang Penelitian, Publikasi dan Sentra HKI LPPM UIT, Dr. Andi Atrianingsi, S.I.Kom., S.IP., M.Si., bersama Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UIT, Dewi Isnaeni, S.Si., M.Kes., dan tim LPPM UIT.

Dalam proses Monev, dosen melakukan pemetaan terhadap kepakaran, roadmap dan rekam jejak penelitian, luaran penelitian, kegiatan PKM, integrasi hasil penelitian dan PKM dalam pembelajaran, kolaborasi dan kemitraan, dokumentasi rekam jejak, pemutakhiran profil kinerja, serta rencana penelitian dan PKM Tahun Akademik 2026/2027.

Ketua Program Studi Farmasi, Apt. Suherman B, S.Farm., M.Kes., bersama dosen di lingkungan Fakultas Farmasi turut mengikuti proses pemetaan tersebut. Hasilnya diharapkan dapat menjadi bahan untuk melihat kekuatan kepakaran yang telah dimiliki dosen sekaligus area yang masih perlu diperkuat dalam pengembangan penelitian, PKM, dan pembelajaran di tingkat program studi.

Monev juga diarahkan untuk menghasilkan tindak lanjut yang konkret. Dosen diharapkan dapat menentukan prioritas penguatan setelah proses pemetaan, baik dalam penajaman kepakaran, penyusunan dan pengembangan roadmap, kesinambungan penelitian, pengembangan PKM, maupun pemanfaatan hasil penelitian dan PKM dalam pembelajaran.

Melalui Monev Internal ini, LPPM UIT mendorong Fakultas Farmasi membangun pola tridarma yang semakin terintegrasi: kepakaran menjadi fondasi, penelitian menjadi ruang pengembangan keilmuan, PKM menjadi bentuk penerapan, dan pembelajaran menjadi ruang transfer serta pengayaan pengetahuan.

Penguatan pola tersebut diharapkan dapat membentuk rekam jejak dosen Fakultas Farmasi UIT yang lebih terarah dan berkesinambungan, sekaligus memastikan bahwa penelitian dan PKM memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan keilmuan di Program Studi Farmasi UIT.

(Humas UIT/Beddu Lahi, Nismawati).